Berikut salah satu isi
diskusi yang saya sampaikan dalam sebuah mailing list yang saya ikuti mengenai
belajar di Norwegia. Beberapa bagiannya ditambahkan / perbaiki dari versi
mailing list-nya. Sebagai catatan, saya tidak / belum pernah merasakan belajar
di negara ini, dan informasi dibawah adalah hasil sharing dengan
rekan-rekan sejawat dan ulasan yang saya dapatkan dari berbagai website.
Selamat membaca.
Dari tepian
laut baltik,
Adek Aidi
Mumpung masih inget
karena baru aja posting tentang benchmark skandinavia, mungkin ada rekan-rekan
yang ingin melanjutkan pendidikan abroad, dan bisa
mempertimbangkan Norwegia, selain negara skandinavia lain.
Kenapa Norwegia? Memang
negara ini tampak tidak menjadi tujuan 'favorit' bagi anak-anak muda indonesia
untuk study abroad jika kita bandingkan jumlah pelajar Indonesia di
negara ini dengan negara-negara lain. Namun bukan berarti pendidikan
mereka tidak berkualitas, dan tidak favorit oleh rekan-rekan pelajar di penjuru
dunia lain. Hal ini bisa dilihat salah satunya dari ranking
universitas-universitas di Norwegia dibanding negara-negara tujuan belajar
favorit anak-anak indonesia di berbagai belahan Eropa/Amerika/Asia (sekalipun
obvious yang meranking universitas dunia ini didominasi organisasi dari negara
anglo saxon).
Kenapa Norwegia? Hal yang
bisa menjadi pertimbangan adalah karena Norwegia adalah salah satu dari sedikit
negara didunia yang masih menggratiskan pendidikan untuk semua jenjang.
Pemberlakukan Free tuition fee ini terlepas dari apapun
kewarganegaraan seseorang. Pemerintah meraka bisa dikatakan "banyak
duit hasil menggali lumpur hitam", yang menjadi satu dari banyak
faktor mereka menggratiskan pendidikan untuk siapa saja. Sehingga wajar
jika Norwegia saat ini menjadi tujuan favorit rekan-rekan dari berbagai
penjuru dunia, setelah Denmark dan Swedia memberlakukan tuition fee untuk non EU
student. Tahun ini Finlandia juga sudah bergabung dengan tetangganya untuk
mulai memberlakukan tuition fee, walaupun belum semua universitas (masih ada
beberapa yang free tuition fee).
Kenapa
Norwegia? Pemerintah Norwegia tampaknya menggunakan betul momen yang
disinggung diatas untuk meningkatkan research, baik dari sisi kualitas
maupun kuantitas. Norwegia sebelumnya memang kalah favorit
dibanding Swedia dan Denmark (dilihat dari jumlah pendaftar, bukan kualitas).
Selain itu, kota-kota di Norwegia bisa dikatakan sedikit lebih
"dingin" dan "sepi", apalagi jika dibandingkan dengan hiruk
pikuk Stockholm atau Copenhagen yang sikut-sikutan meng-claim sebagai capital
of Scandinavia :). Dengan sedikitnya warga negara mereka (dibandingkan
jerman, and other developing western countries), serta semakin besarnya
kesempatan merekrut pelajar-pelajar terbaik di seluruh dunia, tentu wajar jika
ada harapan untuk semakin banyaknya research dan penemuan-penemuan baru
bermunculan di negara mereka. Dunia saat ini juga sedang 'melihat' seberapa
besar pengaruh tuition fee di skandinavia dengan pendidikan di Norwegia, salah
satunya yang obvious adalah berarti persaingan bagi calon pelajar akan
lebih ketat. Salah dua ulasan tersebut dapat dibaca beberapa di sini How tuition fees in Sweden and
Denmark affect Norway’s free dan Can Norway Maintain
Free Education for All?
Kenapa Norwegia? Bagi
rekan-rekan wanita mungkin bisa menjadi pertimbangan bahwa institusi pendidikan
di Norwegia sangat gencar menambah jumlah pelajar/peneliti wanita. Hal ini
disebabkan oleh target untuk mencapai gender equality, salah satunya
dengan rasio wanita vs. pria dalam pendidikan (either sebagai staf, student,
researcher). Ini berarti kesempatan untuk diterima bagi rekan-rekan wanita
lebih besar dari rekan-rekan pria, dengan kualifikasi yang sama. Fakta ini
dapat di cros-check salah satunya dari informasi di website
universtas-universitas.
Kenapa Norwegia? Bisik -
bisik tetangga, Norwegia adalah salah satu negara yang memberikan "salary"
tertinggi di eropa untuk researcher (postgraduate, etc). Though living cost
is also high in the world, but with good financial arrangement, you still can
save a lot, and bring family.
Kenapa Norwegia? Bagi
saya terutama sekali yang menjadi pertimbangan adalah, because they're among
the best in the world for IT and telecommunication field, karena kebetulan
peminatan saya adalah pada bidang ilmu tersebut.
Ada ulasan yang sangat
bagus dari salah satu pelajar indonesia, tulisan rekan M. Armiyadi Signori, mengenai kehidupan di
Norwegia, salah satubya menyinggung aspek pendidikan. Dapat dibaca di http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&task=view&id=1498
Informasi dari pemerintah
dan universitas-universitas di Norwegia juga akan sangat bermanfaat diantaranya
seperti http://www.norwegia.or.id/studywork/Belajar/
atau http://www.studyinnorway.no/
elajar di norwgia maksudnya
ReplyDelete@Sprei my love
ReplyDeleteTerimakasih sudah mampir.
Saya memang sengaja memilih kata 'pada' dari pada 'di', karena untuk belajar di universitas mereka tidak selalu harus berada di sana, ada beberapa program yang menawarkan distance learning.
/Adek