Beberapa hari yang lalu, perhimpunan pelajar indonesia (PPI) Swedia baru saja selesai melaksanakan salah satu hajatan besarnya: pemilihan koordinator pusat 2012. Ingin juga menceritakan ini, karena aku terlibat sebagai salah satu penyelenggara, dan juga tentang sedikit 'special'nya momen tahun ini, karena pemilihan kali ini diikuti oleh seluruh anggota PPI yang tersebar di seluruh penjuru swedia, berbeda dari sebelum-sebelumnya dimana koordinator pusat dipilih berdasarkan mufakat koordinator-koordinator wilayah, yang merupakan perwakilan dari anggota PPI Swedia di masing-masing wilayah.
Jadi bagaimana aku bisa terlibat? Awalnya disuatu sore, ketika ditanya apakah ingin bergabung dengan BAPILU (Badan pelimilihan umum), yang kebetulan sudah dibentuk beberapa waktu sebelumnya. Dan ingatan ini terlempar pada saat beberapa tahun lalu.
.....
Aku ingat sekali sewaktu SMA, ketika sistem pemilihan pemilihan ketua OSIS berdasarkan suara perwakilan kelas menjadi berdasarkan suara seluruh anggota OSIS, yang berarti melibatkan seluruh pelajar di sekolah yang jumlahnya sekitar 700-800 orang. Kalau dipikir-pikir hal ini cukup gila juga, apalagi dengan status 'new guy': waktu itu aku baru saja pindah sekolah dan sekitar 6 bulan di sekolah itu. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Sebenarnya kaitannya sederhana, saat itu aku baru saja menjadi ketua perwakilan kelas, semacam badan legislatif, yang salah satu tugasnya pertamanya melaksanakan pemilihan untuk ketua OSIS. Saat itulah aku dan kawan-kawan menggunakan kesempatan untuk membuat gebrakan baru, berbekal apa yang kulihat di sekolah lama yang sudah punya sistem pemilihan langsung saat itu. Banyak juga yang skeptis waktu itu, tapi semakin skeptis mereka, semakin semangat juga kami yang yakin dengan perubahan ini memberikan informasi bahwa ini mungkin dan wajar dilakukan. Salah satu alasan utama saat itu adalah untuk menaikan rating partisipasi pelajar lain dalam kegiatan-kegiatan sekolah, yang cukup lesu, terbukti dengan sedikitnya kegiatan/organisasi ekstrakulikuler dan yang menjadi 'pemain' dari kegiatan-kegiatan itu seputar orang-orang yang sama dan itu-itu saja, mungkin dari jaman SMP nya. Dan ya, akhirnya berhasil juga pemilihan langsung pertama itu, dimulai dari kampanye calon ketua OSIS didepan seluruh sekolah seusai upacara senin pagi, voting ke kelas-kelas dengan kertas suara khusus layaknya PEMILU 'beneran', penghitungan suara yang disaksikan saksi seluruh perwakilan kelas, dan pelantikan pengurus utama OSIS yang baru didepan seluruh sekolah seusai upacara pagi. Semua ini adalah yang baru untuk sekolah ku waktu itu. Dimasa-masa tugas itu juga, banyak perubahan lain yang kami lakukan, tentang sistem ospek yang lebih 'esensial', pembuatan buku ospek yang mengenalkan sekolah dan kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler pada siswa baru, perpisahan sekolan, dll.
Dan mengherankan, saat kuliah masih juga tidak jauh-jauh berurusan dengan PEMILU, dan lagi melakukan perubahan walau tidak se-extrem saat SMA itu. Kebetulan aku memegang amanah (lagi) sebagai perwakilan mahasiswa, DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) kami menyebutnya. Aku ingat sekali, bagaimana kami meminjam box PEMILU yang dipakai KPU untuk PEMILU 2004, untuk dipakai saat PEMILU presiden mahasiswa di almamater saat itu, ITTELKOM. Aku ingat sekali, momen-momen melepas logo KPU Indonesia di box itu dengan logo KPU ITTELKOM, melewati masa-masa kampanye yang 'keras', penghitungan suara, juga tentang mengajukan perubahan supaya AD/ART tidak dibahas dan diotak-atik setiap tahun berganti, yang menghabiskan waktu dan tenaga berhari-hari, dan sering kali perubahan itu tidak esensial atau bahkan terkesan untuk menampung ego beberapa teman untuk 'show off', hingga meyakinkan untuk membuat logo official yang general mewakili keluarga besar mahasiswa ITTELKOM, dipakai oleh DPM dan BEM. Pun juga ketika akhirnya memutuskan membuka sayembara untuk menentukan logo itu, dan pemenangnya diberi hadiah USB 125 MB, yang cukup mahal juga waktu itu. Aku ingat sekali mendatangi ke kos seorang rekan yang 'jagoan' dalam urusan graphic, mengganggunya yang sedang asik main game, untuk meminta bantuan memodifikasi logo tersebut karena ada beberapa elemen yang disesuaikan dengan aspek-aspek 'filosofi' yang sudah disepakati rekan-rekan. Logo yang dipakai oleh KBM ITTelkom saat ini. Menakjubkan ketika mengingat cerita hal-hal sederhana seperti itu, yang sering kali out of record, tapi justru kemudian menjadi kenangan manis.
.....
.....
Dan saat menyikapi pertanyaaan apakah ingin ikut bergabung dalam BAPILU, melaksanakan PEMILU koordinator PPI Swedia yang baru dengan metode yang berbeda, tidak bisa dipungkiri ingatan ini dilempar pada saat-saat bertahun-tahun yang lalu itu. Ingin tersenyum saja rasanya, sontak kira-kira kujawab sekenanya, "ya silahkan, kalau memang kira-kira butuh tambahan orang dan ada yang bisa dilakukan, insyaallah bergabung. Tolong inform detail hasil mufakat awal koordinator wilayah bagaimana, coba kita lihat apa yang bisa dikerjakan nanti." Berdasar informasi, rekan-rekan koordinator wilayah sudah sepakat untuk melaksanakan pemilihan langsung, dan saat itu sudah ada 2 rekan yang konfirm bersedia memegang amanah BAPILU tahun ini, mas Ibra yang juga mantan koordinator pusat PPI swedia, dan Edwin, rekan sesama pelajar di swedia di Lund. Jadi berdasarkan komposisi ini, sebaran kami cukup variatif juga, dilihat dari angkatan memulai study di swedia (2008, 2009, 2010) maupun wilayah (Lund, Gothenburg dan Stockholm). Bekerja dengan rekan-rekan ini tentu menjadi pengalaman yang akan sangat menarik.
Dan mulailah di awal januari yang mulai dingin itu, sekitar jam 9 malam waktu swedia, bersama rekan-rekan koordinator wilayah, kami ngariung pertama kali, membicarakan detail plan PEMILU ini untuk menjadi pegangan bagi BAPILU dalam melaksanakan kegiatan. Saat itu disepakati proses PEMILU, yang terdiri dari pembukaan pendaftaran, verifikasi, perkenalan dan masa kampanye, masa tenang, masa pemilihan, masa verifikasi dan penghitungan suara, harus dimulai dari 10 Januari dan berakhir pada 8 Februari, 2012. Rentang yang sangat singkat dan padat.
Masa pendaftaran, memang cukup menegangkan juga, karena dari beberapa hari disaat awal rentang waktu pendaftaran baru satu rekan kami yang bersedia mengajukan diri dalam PEMILU, rekan Verdinand dari Linkoping. Ini cukup membingungkan dan membuat was-was, bagaimana jika hanya ada 1 calon? Ini harus dijawab ketika kemungkinan itu terjadi, karena kami belum membicarakan kalau kemungkinan ini terjadi. Baru saat - saat akhir kami mendapatkan lagi salah satu kandidat, rekan Aziz dari Gothenburg. Alhamdulillah, keduanya adalah calon yang sangat representatif, dan tidak diragukan lagi kapabilitas dan kontribusinya untuk PPI Swedia selama ini: keduanya sedang memegang amanah sebagai koordinator wilayah.
Akhirnya tiba juga hari H itu, masa pemilihan langsung. Beberapa waktu sebelumnya, kami sudah membuat form voting seadanya menggunakan fasilitas gratis dari google. Sayangnya dengan mekanisme ini tidak ada fasilitas sign in khusus untuk pemilih, sehingga berdasarkan kesepakatan BAPILU, pemilih akan diminta untuk memberikan informasi nya ketika melakukan voting, sehingga suara ini dapat diverifikasi, untuk menghindari double vote dan suara dari non-anggota. Beberapa waktu sebelumnya, Rizal sudah memberikan akses untuk melihat daftar anggota PPI Swedia, yang bisa kami gunakan untuk verfikasi suara tersebut. Dan setelah masa verifikasi, BAPILU berkoordinasi lagi dan mempersiapkan berita acara untuk mengumumkan hasil PEMILU ini. Dari hasil verifikasi itu, BAPILU mensahkan Muhammad Mufti Aziz sebagai koordinator PPI Swedia 2012. Berikut sambutan awal beliau sebagai koordinator PPI Swedia 2012:
Assalamualaykum Wr.Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua.
PPI Swedia (www.ppiswedia.se) pada awal Februari lalu telah melaksanakan pemilu online yang pertama kali. Pemilu perdana ini terbilang sukses dengan diikuti sebagian besar mahasiswa Indonesia di Swedia. Izinkan saya sedikit memperkenalkan negara Swedia sebagai sebuah negara tujuan belajar di daratan Scandinavia. Negara yang terletak di Eropa Utara ini, bukanlah sebuah negara besar karena hanya berpenduduk sekitar 9 juta penduduk saja. Jumlah mahasiswa Indonesia di Swedia berkisar antara 70-90 mahasiswa di seluruh Swedia, tentu bukan jumlah yang besar jika dibandingkan dengan negara-negara favorit tujuan belajar orang Indonesia, seperti Jepang, Australia, Inggris ataupun Belanda. Namun demikian, dengan ukuran tersebut, mahasiswa Indonesia dikenal sebagai sebuah komunitas yang sangat kompak (setidaknya begitu yang saya dengar dari rekan2 dari negara lain). Silakan mengunjungi website kami bila teman2 ingin mengenal lebih jauh PPI Swedia serta karakter pendidikan di Swedia (ya gak jauh-jauh amatlah dari negara tetangga Finlandia yang kualitas pendidikannya nomer satu :-)).
Regenerasi adalah proses yang natural dalam sebuah organisasi khususnya dalam organisasi pelajar semacam PPI. Kami telah belajar banyak dari pengurus PPI Swedia sebelumnya yg telah membawa banyak kemajuan dengan berbagai prinsip yg efektif dan efisien dalam menjalankan organisasi ini. Kami pun punya harapan yang sama dan akan menjalankan PPI Swedia secara bertanggung jawab agar tumbuh menjadi sebuah organisasi yang menyenangkan buat kita semua.
Akhirnya, saya mewakili pengurus baru PPI Swedia yang baru ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak antara lain:
a. Rekan-rekan Bapilu (Sdr. Ibrahim Rohman, Sdr. Edwin, dan Sdri. Laili Aidi) yang telah mensukseskan penyelenggaraan pemilu perdana kali ini.
b. Kedutaan Besar Republk Indonesia Stockholm atas segala dukungannya.
b. Sdr. Arradi Nur Rizal dan pengurus PPI Swedia 2011-12 yang telah mendedikasikan segala waktu dan pikiran demi kemajuan PPI Swedia.
c. Seluruh sahabat dan rekan-rekan mahasiswa Indonesia di Swedia yang terus mendorong kemajuan PPI Swedia.
d. Seluruh sahabat dan rekan-rekan PPI dari berbagai negara yang tergabung dalam jaringan OISAA.
e. Seluruh sahabat dan teman-teman kami dimanapun mereka berada yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Akhirnya, besar harapan kami agar PPI Swedia dapat tambah maju ke depannya dengan segala usaha dari kita semua. Jaya selalu PPI Swedia!. Segala saran dan kritik untuk PPI Swedia dapat ditujukan melalui www.ppiswedia.se. Terima kasih.
Wassalamualaykum Wr.Wb.,
Muhammad Mufti Azis
Koordinator Pusat PPI Swedia 2012-13.
------
Alhamdulillah, senang
rasanya ketika melihat suatu amanah selesai diemban, selalu ada kekurangan dan
kelebihan, namun yang pasti setiap periode seperti ini ada pelajaran baru yang
insyaAllah akan memberi manfaat, tidak tampak saat ini, mungkin esok hari, lusa
nanti atau bertahun-tahun kemudian. Kesempatan Bekerja dengan rekan-rekan
dengan kapabilitas dan integritas yang tidak bisa ditawar, walaupun ditengah
kesibukannya masing-masing: Mas Ibra, Edwin, Mas Aziz, Verdinand, Rizal dan
rekan-rekan koordinator wilayah, tentu adalah pengalaman yang tidak akan
tergantikan. Selamat dan terimakasih kepada mas Aziz, Verdinand, BAPILU dan
tentu juga koordinator wilayah dan rekan-rekan PPI Swedia. Bagaimanapun, ini
tentu hanya bagian kecil dari perjalanan didepan, semoga Allah selalu
menjaga kita, semoga ridha dan kelancaran untuk semua yang kita lakukan, semoga
kesuksesan selalu bersama kita dan cita-cita kita, insyaAllah.
Untuk PPI Swedia dan untuk Indonesia yang lebih baik!
Catatan dari tepian laut baltik,
Laili Aidi
Anggota BAPILU Koordinator Pusat PPI Swedia 2012
0 komentar:
Post a Comment