“Pagi itu, ketua jurusan sejarah memanggil saya dan bertanya bilamana saya akan
menyerahkan skrispi saya. saya berfikir sebentar, dan akhirnya saya katakan
bahwa dalam beberapa minggu lagi saya akan menyerahkan draft skripsi tadi,
'saya tinggal mengetiknya'.
Pembicaraan singkat ini
menyadarkan saya, bahwa masa mahasiswa saya akan berakhir. Mungkin dalam
beberapa bulan ini saya tidak dapat menyebut diri saya sebagai seorang
mahasiswa lagi. Enam setengah tahun yang lalu saya memasuki kehidupan
kemahasiswaan, sebagai seorang "pemuda hijau" yang baru berumur
belasan tahun. Tanpa terasa jalan yang tadinya terasa amat panjang itu sudah
akan segera berakhir. Dan pada saat langkah-langkah terakhir diayunkan, timbul
bermacam-macam perasaan pada diri saya, seorang mahasiswa tua.
Saya merasa bahagia
karena cita-cita saya untuk menjadi seorang sarjana akan terkabul dalam waktu
yang tidak lama lagi. Dengan rasa bangga terhadap alamamater, saya akan
melangkahi kaki ke luar gerbang kampus dengan dibelaki "ilmu" yang
saya pelajari.
Tetapi dipihak lain
timbul perasaan sedih dalam diri saya. Semuanya terasa begitu mesra. Saya ingat
kembali masa-masa ujian, masa masa belajar, masa-masa diskusi, nonton film, dan
cerita-cerita murahan yang saya dapati di kampus. Semuanya telah membuat saya dewasa.”
Mimpi-mipi terakhir
seorang mahasiswa tua - Soe Hok Gie
….
….
Tiba-tiba saya teringat beberapa paragraph terakhir dalam tulisan
Soe itu, mengingat beberapa bulan lagi saya pun akan melepaskan status sebagai
mahasiswa. Pun beragam rasa bercampur baur, namun Einstain pernah berpesan, “Life is like riding a
bicycle. To keep your balance, you must keep moving."
Maka sejak beberapa saat yang lalu, semakin sering saya terlibat
diskusi mengenai hal yang ini: finding work and working, especially working
abroad, in Europe. Bicara eropa saat ini, secara umum berarti
berbicara krisis ekonomi. But, as far I have seen, it depends on in what part of Europe you are. Karena memang krisis ekonomi itu ibarat bola es, menggelinding semakin besar kebawah. Pertanyaannya adalah, sejauh mana ia akan berefek rantai?
Di swedia, so far, saya lihat tidak melihat begitu banyak perbedaan, setidaknya selama setahun setengah terakhir hidup di negara ini, sebagai contoh: harga – harga kebutuhan sehari – hari masih saja tetap...mahal :> Mungkin salah satu penyebabnya, swedia tidak menggunakan euro, instead swedish
Kronor (SEK). Well, entahlah, saya bukan ahli ekonomi, tapi artikel berikut mungkin bisa jadi salah satu penambah wacana:
- Sweden's Taxs - The Hidden Cost of The Welfare State
- Sweden's Taxs - The Hidden Cost of The Welfare State
Uhm,.. kembali ke topik awal, mengapa bekerja di swedia? Saya sendiri tidak (belum pernah) bekerja di negara
ini, sehingga informasi yang saya dapat adalah sharing dari obrolan dengan rekan-rekan yang telah/sedang
bekerja di swedia, dan juga dari website workingin sweden, dan model social insurance yang dimimpikan Obama
untuk diberlakukan di US sana, yang mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk
siapapun yang berencana untuk working
abroad di negara ini:
# Tax
Pajak adalah salah satu hal yang hangat ketika bicara mengenai
bekerja di Swedia, salah satu negara dengan pajak tertinggi didunia. Bagaimana
aturan mengenai pajak ini?Secara umum ada 3 tipe pajak:
- Communal Tax: Annual income s/d 384000 SEK dikenai pajak ini,
besarannya antara 29 sampai 35 %, tergantung daerah tempat tinggal.
- Robin hood tax: Pajak ini berlaku jika income berkisar dari
384000 SEK – 512000 SEK, yaitu sebesar 50 % untuk kelebihan dari 384000. Pajak
ini diluar Communal Tax
- Grace Robin hood tax: Pajak ini berlaku untuk income berkisar
dari 512000 SEK - 550000 SEK, yaitu sebesar 57% untuk untuk kelebihan
dari 512000 SEK. Pajak ini diluar Communal Tax dan Robin hood tax.
Contoh:
Untuk employee dengan
salary 550000 SEK / tahun maka dikenai pajak:
Communal Tax 30% dari 3840000 SEK = 115200 SEK
Robin hood tax 50 % dari 512000 SEK -384000 SEK = 64000 SEK
Grace Robin hood tax 57 % dari 550000-512000 = 21669 SEK
Salah satu tulisan tentang pajak ini yang cukup membuat tersenyum
bisa dilihat disini: Where tax goes up to 60 per cent, andeverybody's happy paying it
# Family migration
Keluarga (suami/istri dan anak) dari expatriate dipastikan akan mendapat work / resident permit. Jika masa kerja melebihi dari 6 bulan, maka
masa permit yang didapat akan sama dengan masa kerja.
# Pension Income
Sistem pensiun di swedia bisa dikatakan employment-based pension
yang berbentuk piramid, dimana basic
income adalah dasar piramid, dan perusahaan berkontribusi untuk bagian
tengah, dan tabungan pensiun (private
pension insurance) lain ada dibagian atas. Beberapa informasi mengenai
pensiun yang dibayarkan saat masa kerja (inkomstpension):
- Untuk income dibawah 384000 SEK / tahun, sebesar 1500 SEK /
bulan,
- Untuk income antara 384000 SEK / tahun – 512 SEK / tahun,
sebesar 5000 SEK / bulan
Waktu untuk pensiun ditentukan oleh employee, dengan rata-rata
pensiun di swedia adalah saat mencapai umum 55 tahun, namun pension income
dibayarkan oleh pemerintah saat berumur 61 tahun. Pensiun ini akan tetap
dibayarkan pemerintah walaupun employee tidak
bekerja lagi diswedia
# Parental leave
Swedia termasuk negara yagn memiliki parental leave yang lama di dunia (480 hari ~ 16 bulan) untuk
ayah dan ibu yang bekerja. Papa leave 10 hari untuk setiap momen kelahiran
anak, yang harus diambil. Untuk parental leave, 60 hari harus diambil untuk
setiap suami dan istri, dan sisanya bisa dialihkan pada istri/suami. Perusahaan
membayar parental leave ini sebanyak 80 % dari benefit-based income untuk maximum 390 hari yang diambil, dan untuk sisa 90 hari, perusahaan membayar sebanyak 60
SEK / hari .
# Annual Leave
Cuti tahunan adalah 25 hari, yang harus diambil oleh setiap
employee.
# Parental Allowance
Parental allowance 64800 SEK / tahun untuk setiap orang tua. Sehubungan dengan Parentel leave, jika suami/istri tidak bekerja, maka pemerintah akan membayar Basic
parental Allowance, sebesar 180 SEK / hari selama masa parental
leave yang diambil.
# Health Allowance
Fasilitas kesehatan memadai dan murah mendekati gratis
karena dibayarkan oleh pajak yang tinggi dan perusahaan (bagi yang bekerja). Rumah sakit di Swedia tidak
berlaku kelas – kelas (bangsal, VIP, dll) karena semua fasilitas kesehatan sama.
- Untuk persalinan, setiap ibu yang melahirkan, terlepas dari
kewarganegaraannya, akan di talangi sebesar 180 SEK / hari, dari 2 bulan
sebelum melahirkan sampai 480 berikutnya.
- Untuk Dental care,
setiap anak dibawah umur 20 tahun tidak dikenakan biaya, umur 20-29 tahun akan
mendapat tunjangan 300 SEK / tahun, umur 30 tahun keatas mendapat tunjangan 150
SEK / tahun.
- Selain itu perusahaan biasanya memiliki Sick-preventive, seperti tunjangan untuk mengikuti gym, dll
- Selain itu perusahaan biasanya memiliki Sick-preventive, seperti tunjangan untuk mengikuti gym, dll
# Children Allowance
Setiap anak (apapun kewarganegaraannya) yang hidup di swedia,
'digaji' oleh pemerintah (barnbidrag), setiap bulan nya
(1040 SEK / bulan), hingga ia berumur 16 tahun. Setelah umur 16 tahun,
anak tersebut berhak mendapat study allowance (studiebidrag). Juga terdapat ‘large family supplement’ untuk keluarga
dengan lebih dari 2 anak, dan tunjangan khusus untuk anak dengan keterbatasan
(disability children).
# Education Allowance
Tidak ada biaya pendidikan (diluar biaya buku, dll) dari pra –
TK (daycare / dagis) hingga SMA, apapun kewarganegaraan anak tersebut. Dalam
sistem pendidikan swedia, ada 5 tingkatan pendidikan:
- Pre-school, untuk anak berumur 1,5 – 6 tahun, dimana tidak
dikenai biaya untuk 525 jam / tahun. Biasanya rentang waktu per hari setidaknya
3 jam atau 15 jam / minggu.
- Pre-school class, untuk anak berumur 6 – 7 tahun, seperti
pre-school tidak kenai biaya untuk 525 jam / tahun, dan sudah termasuk makan
siang.
- Compulsory School, untuk anak berumur 7 – 16 tahun, setingkat
SD dan SMP dalam system pendidikan Indonesia
- High school (Gymnasiet), untuk anak berumur
16 – 19 tahun.
- University, untuk anak diatas 19 tahun. Pendidikan tingkat sarjana dan master dikenai
tuition fee untuk non-EU student, sedangkan untuk tingkat doktorat gratis dan
digaji oleh pemerintah. Namun terdapat tunjangan dari pemerintah untuk anak
yang memiliki long-term resident
permit.
Salah satu cerita seorang senior mengenai bagaimana pendidkan
untuk anak-anak di swedia bisa dilihat disini http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/08/inilah-metode-pendidikan-anak-anak-sekolah-di-swedia-negeri-sang-%E2%80%9Cnobel%E2%80%9D/
# Sick Leave payment
Sakit yang melebihi dari 7 hari wajib untuk
menyertakan surat dari dokter, dan ada kompensasi mengenai waktu
untuk recovery setelah
sakit. Perusahaan akan membayar sick leave mulai dari hari kedua sakit hingga 13
hari berikutnya. Jika melebihi waktu ini, maka Swedish Social Insurance Agency (Försäkringskassan) akan
membayar sickness benefit, yang biasanya berkisar 80 % dari
income, selama 180 hari. Jika masa sakit melebihi waktu ini, maka dapat mengajukan perpanjangan sickness benefit hingga maximum selama 364 hari dalam rentang waktu 15 bulan.
# Unemployment paid
Walaupun sedang membicarakan pros bekerja di swedia, ada baiknya
juga sedikit menyinggung, what if I loose my job? Di swedia, setiap employeer
harus membayar unemployment
insurance program (arbetslöshetskassa), yang akan menjamin setiap
orang yang menganggur setelah bekerja akan digaji oleh pemerintah, yang
besarnya tergantung pada insurance program yang dipilih dan/atau bidang kerja
sebelumnya.
# Working time
& Culture
Waktu kerja adalah 37.5 jam / minggu, dimana terdapat budaya Fika (jeda minum kopi), biasanya setiap sore, sekitar setengah jam, diluar waktu makan siang. Umumnya employer tidak
merekomendasikan over time. Secara umum, perusahaan-perusahaan di Swedia memiliki budaya flexible dan non-formal, baik dalam kontext waktu kerja, human interaction communication, dressing, maupun waktu kerja. Sehingga tidak heran ketika seorang rekan pernah mengatakan, di Swedia sulit untuk menilai siapa bos dan bawahan jika hanya melihat dari gaya berpakaian atau sekedar mengobrol ringan. Dan sudah menjadi budaya umum dalam masyarakat untuk berkomunikasi menggunakan nama depan, tidak dengan gelar atau sebutan sir atau mam, apalagi memanggil seseorang dengan nama belakang, terlepas berapapun perbedaan umur atau hierarki jabatan.
Lebih lanjut, orientasi pada hasil juga sangat kental dalam kehidupan profesional masyarakat mereka, sehingga tidak heran dalam perusahaan-perusahaan di swedia tidak ada strick rule untuk jam kantor, karena setiap employee diharapkan untuk bekerja memenuhi target yang sudah disepakati bersama. Pun karena negara ini berbasis sosialis democrat, dapat dilihat implementasi budaya kerja masyarakatnya, dimana pengambilan keputusan diutamakan untuk dilakukan berdasarkan konsensus bersama, sehingga sering kali untuk mencapai suatu decision diperlukan waktu cukup lama dan terkadang melelahkan, namun menjadi sangat efisien dalam pelaksanaannya karena semua pihak sudah legowo dengan keputusan tersebut.
Demikian hal yang bisa menjadi perhatian dan point of consideration mengenai elemen-elemen bekerja di Swedia, salah satu negara dengan ekonomi kuat di dunia oleh karena basis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekalipun rakyatnya tidak begitu banyak. So far bisa disimpulkan,
swedia memang negara yang tinggi pajak yang harus dibayarkan, selain biaya
hidp, namun indirect impact yang
didapat cukup besar dan banyak (especially,
high living standard and allowances factor), terutama untuk yang sudah
berkeluarga.
Is that good bargain or
not? Well, it depends on you and your available choices.
Dari tepian laut baltik, Stockholm, at the end of ‘Year of Running’ - December 31, 2011
Adek Aidi
Adek Aidi
0 komentar:
Post a Comment